rza3z0iXwfrhP0Bo61a36W2lz3i7Fxgii3ShC0NK

Cari Blog Ini

Laporkan Penyalahgunaan

Atasi Pandemi Global Virus Covid-19 dengan Al Qur’an

 Masjid Raya Baitul Izzah Bengkulu. (Foto: Mitradi HFA)

GUDATANews.com, Kota Bengkulu -   Suatu waktu di hari Minggu beberapa waktu lalu, ketika jarum jam menunjukkan waktu 14.27 WIB, penulis menerima telepon dari saudara angkat yang cukup jauh dari Kota Bengkuilu yakni dari Kecamatan Lubuk Pinang Kabupaten Mukomuko Provonsi Bengkulu.

Setelah menyepakati, sekitar 1 jam kemudian penulis pun menemui saudara angkat yang juga seorang Ustadz dan tokoh masyarakat di Kecamatan Lubuk Pinang khususnya, di salah satu masjid di kawasan Simpang Bumi Ayu Kota Bengkulu.

‘’Al Qur’an merupakan sumber informasi tentang tata cara mengatasi semua permasalahan yang ada di dunia dan berlaku sepanjang zaman kehidupan manusia selama menjalani kehidupan di dunia yang bersifat sementara ini,’’ ujar sang Uztadz yang juga memiliki keahlian bertukang ini membuka pembicaraan.

Ustadz yang juga terampil mengolah lahan pertanian  tersebut mencontohkan, semua protokol kesehatan yang telah ditetapkan dalam mengantisipasi penularan virus Covid-19, telah tercantum dalam kitab suci Al Qur’an yang menjadi rujukan utama bagi umat Islam sejak zaman Nabi Muhammad SAW.

‘’Anjuran sering mencuci tangan telah diajarkan kepada umat Islam untuk selalu menjaga wudhu, khususnya membersihkan diri untuk melaksanakan ibadah Salat 5 waktu setiap harinya serta Salat sunnah lainnya,’’ jelas Ustadz yang terampil olahraga bela diri ini.

Ia menguraikan, anjuran jaga jarak juga telah diterapkan dalam Agama Islam bahwa umatnya dilarang bersentuhan (apalagi cium pipi kanan dan kiri, red) antar lawan jenis yang tidak ada hubungan sedarah. 

‘’Anjuran memakai masker juga diterapkan umat Islam khususnya perempuan dengan memakai cadar. Intinya, virus Covid-19 adalah cara Allah SWT agar manusia kembali melaksanakan ajaran Al Qur’an dan Hadist yang kini mulai dilupakan umat Islam,’’ ulasnya.

Saat ini, perempuan yang mengenakan cadar dianggap sesuatu yang jarang menjadi pemandangan sehari-hari, bahkan dianggap tidak terlalu penting. Padahal, bila dipergunakan sebagai bagian dari busana maka perempuan akan lebih sehat karena terlindungi dari  debu dan lebih terjaga dari gangguan laki-laki ketika berada di luar rumah.

Kami pun akhirnya berpisah karena Beliau harus pulang ke Lubuk Pinang Mukomuko Provinsi Bengkulu dengan mengendarai sepeda motor bersama anak tercintanya. Sampai berjumpa dalam pertemuan berikutnya untuk saling bertukar pikiran.  (Mitradi HFA)

Artikel Terkait

Artikel Terkait