rza3z0iXwfrhP0Bo61a36W2lz3i7Fxgii3ShC0NK

Cari Blog Ini

Laporkan Penyalahgunaan

Pesan Harian UJH: Sering dan Kering

 


GUDATAnews.com, Bengkulu - Tidak semua orang bisa melakukan secara konsisten dan kontinyu sunnah dalam beribadah. Mampu Salat Tahajud tetapi belum tentu punya waktu buat Salat Dhuha. Sanggup Salat Dhuha dan Salat Tahajud tetapi terbatas rezeki buat bersedekah. Sanggup bersedekah belum tentu bisa puasa Sunnah. Sanggup puasa Sunnah tetapi belum tentu bisa Salat Tahajud.

Penting buat kita ketahui betapa sering amal yang sedikit menjadi bernilai kerena niat yang baik, dan betapa kering amal yang banyak menjadi sedikit (nilainya) kerana niat yang buruk. Oleh karena itu apapun ibadah Sunnah yang sanggup kita kerjakan meskipun sedikit niatnya lurus Insha Allah bagus. Sebaliknya amal yang banyak dan rutin tetapi sibuk dengan foto dan video buat diposting.

يَاأَيُّهَا النَّاسُ، خُذُوْا مِنَ الْأَعْمَالِ مَاتُطِيْقُوْنَ، فَإِنَّ اللهَ لَايَمَلُّ حَتَّى تَمَلُّوْا، وَإِنَّ أَحَبَّ الْأَعْمَالِ إِلَى اللهِ مَادَامَ وَإِنْ قَلَّ

"Wahai sekalian manusia. Kerjakanlah amalan-amalan sesuai dengan kemampuan kalian. Sesungguhnya Allah tidak bosan sampai kalian bosan. Dan sungguh, amalan yang paling dicintai oleh Allah yaitu yang dikerjakan secara terus-menerus walaupun sedikit." (HR. Bukhari dan Muslim)

Dan lebih rugi lagi. Amal yang sedikit, niat tak lurus dan selalu ingin dipuji. Tak heran jika setiap beribadah selalu terekspos di berbagai media sosial selalu update kegiatan terkini.

Imam Ibnu Hajar Al-Haitami –rahimahullah- saat mendefinisikan riya’ beliau berkata :

حَدُّ الرِيَاءِ الْمَذْمُوْمِ إِراَدَةُ العَامِلِ بِعِبَادَتِهِ غَيْرَ وَجْهِ اللهِ تَعَالَى

“Batasan riya’ yang tercela, adalah seorang yang beramal menghendaki dengan ibadahnya selain wajah Allah Ta’ala.” [Dinukil lewat kitab Nadhratun Na’im : 10/3552]

Pagar Dewa, 12122022

Salam UJH. (Red)

Artikel Terkait

Artikel Terkait