rza3z0iXwfrhP0Bo61a36W2lz3i7Fxgii3ShC0NK

Cari Blog Ini

Laporkan Penyalahgunaan

Banjir Genangi Rawamakmur dan Korpri Bentiring Kota Bengkulu

 Banjir di Korpri Bentiring Kota Bengkulu. (Foto: Dokumen)

GUDATANews.com, Kota Bengkulu – Banjir menggenangi sedikitnya puluhan rumah di kawasan Rawamakmur dan Perumahan Korpri Bentiring Kota Bengkulu.

‘’Selain puluhan rumah, banjir juga menggenangi jalan raya di sekitar Perumahan Korpri Bentiring Kota Bengkulu,’’ kata Suarli, warga Bentiring Kota Bengkulu kepada GUDATANews.com, Jumat 15 Oktober 2021.

Ia menjelaskan, hujan gerimis masih mengguyur wilayah Bentiring hingga Jumat 15 Oktober 2021 dini hari sehingga membuat warga tidak bisa tidur nyenyak.

‘’Genangan air mulai menggenangi kawasan Bentiring akibat hujan lebat yang terjadi dalam beberapa hari terakhir sehingga Sungai Air Bengkulu pun meluap,’’ ungkapnya.

Berdasarkan informasi yang dihimpun GUDATANews.com, banjir juga menggenangi jalan raya di wilayah Rawamakmur Kota Bengkulu.

‘’Air mulai menggenangi halaman rumah setelah hujan lebat terjadi di Kota Bengkulu dalam tempo waktu cukup lama,’’ kata Willy, warga Kelurahan Tanjung Jaya Kota Bengkulu kepada GUDATANews.com.

Berdasarkan informasi yang dihimpun GUDATANews.com, rumah yang tergenang banjir usai hujan deras antara lain juga terjadi di Kelurahan Tanjung Agung dan Sukamerindu Kota Bengkulu.

Selain itu, banjir juga seringkali melanda  Desa Taba Terunjam Kecamatan Talang Empat Kabupaten Bengkulu Tengah bila terjadi hujan lebat.

Banjir di Jalan Raya Rawamakmur Kota Bengkulu. (Foto: Dokumen)

Banjir yang selalu melanda Kota Bengkulu dan Kabupaten Bengkulu Tengah disebabkan meluapnya Sungai Air Bengkulu.

Sungai Air Bengkulu yang hulunya berada di Kecamatan Taba Penanjung Kabupaten Bengkulu Tengah dan hilirnya ke Kota Bengkulu, saat ini tidak mampu lagi menampung volume air ketika hujan lebat terjadi dalam durasi yang sangat lama.

Ketidakmampuan aliran sungai menampung volume air hujan dikarenakan telah rusaknya lingkungan hidup. Hancurnya ekosistem antara lain terlihat dari luasnya hutan yang telah gundul akibat dibuka untuk lokasi tambang batu bara di sepanjang alur Sungai Air Bengkulu.

Selain itu, hutan juga rusak karena ditebang untuk dialihkan menjadi kebun yang tidak mampu mengatasi abrasi sehingga terjadi longsor ketika musim hujan tiba.

Beberapa tahun lalu, sejumlah wilayah di Kabupaten Bengkulu Tengah dan Kota Bengkulu, menjadi korban banjir bandang dan banjir besar. Akibat banjir tersebut menimbulkan korban jiwa, ribuan rumah terendam banjir, ratusan rumah rusak berat, sedang dan ringan.

Selain banjir, hujan lebat juga seringkali mengakibatkan tanah longsor. Longsornya tanah juga mengakibatkan tertutupnya jalan sehingga memacetkan arus lalu lintas selama berjam-jam.

Bahkan tanah longsor juga menimbulkan kerugian korban jiwa, kerusakan rumah, bangunan, tertimbunnya lahan persawahan dan kebun milik masyarakat.

Seharusnya, pemerintah dan warga bisa belajar dari bencana alam yang selalu berulang kali terjadi di berbagai wilayah di Provinsi Bengkulu dan Indonesia. Bila tidak diperbaiki lebih baik maka bencana alam akan terus terjadi. (Mitradi HFA)

Artikel Terkait

Artikel Terkait