rza3z0iXwfrhP0Bo61a36W2lz3i7Fxgii3ShC0NK

Cari Blog Ini

Laporkan Penyalahgunaan

Masjid Imam Ali bin Abi Thalib Adalah Masjid Terbesar di Australia

 Masjid Imam Ali bin Abi Thalib Adalah Masjid Terbesar di Australia. (Foto: Nisaul Fadillah)

GUDATAnews.com, Sydney Australia - Lakemba Mosque atau Masjid Imam Ali bin Abi Thalib adalah masjid terbesar di Australia. Masjid ini terletak di Lakemba, Sydney-Australia.

Masjid ini semula adalah rumah yang dibeli oleh komunitas imigran Muslim Lebanon sekitar tahun 1960an untuk kebutuhan beribadah.

Bangunan rumah tersebut kemudian dihancurkan tahun 1970, dan dilakukanlah pembangunan  masjid yang memakan waktu sekitar 7 tahun kemudian.

Seiring waktu, pengembangan terus dilakukan. Dan saat ini, komunitas Lebanon Muslim Association (LMA) juga memiliki gedung lainnya yang bersisian dengan masjid tersebut sebagai pusat kegiatan komunitas, terutama Muslim.

Masjid Imam Ali bin Abi Thalib Adalah Masjid Terbesar di Australia. (Foto: Nisaul Fadillah)

Islam di Australia

Sementara itu Islam bukan merupakan agama mayoritas di Australia. Jumlah total umat Islam di negeri kanguru tersebut hanya 500 ribu atau sekitar 3% dari jumlah penduduk total sebanyak 24 juta.

Meskipun demikian, Islam telah menjadi bagian dari kehidupan warga Australia. Islam juga menjadi bagian sejarah dari negara berpenduduk asli bangsa Aborigin itu.

Di Islamic Museum Australia, yang berada di Anderson Road, Thornbury, Victoria, dijelaskan detail tentang sejarah masuknya Islam di Australia. Ternyata, Islam pertama kali dibawa oleh para pelaut dari Makassar ke Australia.

"Pelaut-pelaut Makassar adalah yang pertama kali melakukan kontak dengan bangsa asli Australia yaitu Aborigin. Mereka mendarat di Australia bagian utara sekitar tahun 1700an. Kala itu mereka datang dengan sangat sopan dan meminta izin kepada penduduk asli," kata Education Director Islamic Museum Australia, Sherene Hassan pada Juni 2016.

Para pelaut dari Makassar itu datang untuk mencari teripang di pantai utara Australia, salah satunya di daerah Arnhemland. Mereka datang pada bulan Desember dan menetap beberapa lama di Australia untuk membeli teripang dari penduduk asli. Interaksi antara pelaut Makassar dan para warga abrigin pun tak bisa dihindarkan.

"Sebagian besar pelaut dari Makassar beragama Islam dan karena mereka berinteraksi dengan suku asli, sehingga secara spiritual suku Aborigin di sebelah utara Australia terpengaruh agama Islam yang dipeluk para pelaut," jelas Sherene.

Setelah itu, pengaruh Islam juga datang ke Australia dengan dibawa oleh para penunggang unta yang datang dari Pakistan dan Afghanistan sekitar tahun 1870-1920. Para penunggang unta yang berjumlah lebih dari 2.000 orang itu datang untuk bekerja di proyek pembangunan jalur kereta yang tengah dikerjakan pemerintah Inggris. Kala itu unta dianggap sebagai hewan yang sangat berguna untuk dijadikan alat angkut material.

Setelah itu, masuk ke tahun 1900an, Australia mulai didatangi buruh migran dari berbagai negara di timur tengah dan Afrika. Para imigran itu kebanyakan berasal dari Turki, Albania, Bosnia, Libanon dan beberapa negara lain di Afrika.

Jumlah imigran yang terus bertambah seiring berjalannya waktu membawa pengaruh Islam di Australia. Hingga, Islam terus berkembang di negeri kanguru tersebut.

Hingga saat ini, Islam merupakan agama yang perkembangannya cukup pesat di Australia. Jumlah pemeluk agama Islam terus bertambah dan jumlah masjid dan sekolah Islam pun terus meningkat. (Nisaul Fadillah/ dtkn)  

Artikel Terkait

Artikel Terkait