rza3z0iXwfrhP0Bo61a36W2lz3i7Fxgii3ShC0NK

Cari Blog Ini

Laporkan Penyalahgunaan

Sosok Kak Herman Suryadi Multi Talenta

 

 Nisaul Fadillah saat menjadi Pramuka Penggalang (berdiri 2 dari kanan) bersama Kak Herman Suryadi (berdiri paling kiri). (Foto: Mitradi HFA)

GUDATAnews.com, Sydney Australia – Tak banyak sosok yang multi talenta, tetap konsisten menekuni hobi, berprestasi namun tetap aktif dalam organisasi Gerakan Pramuka sepanjang hayatnya.

Sosok itu ada pada diri figur Kak Herman Suryadi. Beliau begitu menginspirasi banyak orang, termasuk saya. Pertama kali mengenal Beliau pada saat aktif sebagai anggota Pramuka Penggalang berpangkalan di SMP Negeri 6 Kota Bengkulu.

Beliau saat itu  menjadi Pembina Gugusdepan 0011-0012 Krida Taruna berpangkalan di SMP Negeri 6 Kota Bengkulu. Penguasaannya tentang dunia Gerakan Pramuka tidak perlu diragukan lagi.

Bertemu Beliau membawa banyak sekali kenangan, terutama kehadirannya di setiap latihan pada hari Minggu siang itu, harus berjuang dengan beragam godaan. Salah satunya adalah godaaan tontonan ala dubbing Little Missi.

Kini barangkali era dimana Televisi (TV) mulai menguasai kebebasan anak bermain di luar rumah. Sekitar tahun 1990an, TV sudah mulai meracuni dan menjadi candu, termasuk anak-anak SMP.

Ibarat candu online game, gadget yang banyak menyerang anak-anak saat ini, sehingga mereka seolah-olah kehilangan hasrat beraktifitas di dunia nyata.

Nisaul Fadillah, S.Pd, M.Si, kandidat Doctoral di Western Sydney University-Australia. (Foto: Dokumen)

Godaan sinetron di masa itu tak kalah magnetisnya dengan candu gadget masa kini. Bayangkan, sinetron ini hanya tayang seminggu sekali dan tak ada siaran ulang serta tak ada versi YouTube-nya.

Jadi jika tak kuat azzam (tekad), maka tentu berat hati meninggalkan layar kaca. Saya dan beberapa teman memilih berganti kostum Pramuka lengkap dengan tongkat, di tengah terik matahari menuju serta berjalan kaki menuju sekolah.

Kegiatan Gerakan Pramuka mingguan ini jadwal dimulai dengan upacara bendera dan rangkaian kegiatan paket Pramuka lainnya.

Kak Herman selalu hadir dalam latihan kepanduan itu. Hanya mungkin ada kegiatan saja dia alfa, itu pun sangat jarang terjadi. Saya dan teman-teman sangat menyenangi kegiatan ini, terutama pada sesi Beliau menawarkan lagu kepramukaan yang baru.

Setiap latihan akan selalu ada lagu baru, ini asyiknya Pramuka. Di darah Beliau, mengalir darah seni  yang di atas rata-rata kita. Beliau biasa memenangkan kompetisi festival sekelas keroncong dan seriosa masa itu.

Kemampuan  vokalnya membuat beberapa lagu ringan yang dibawakannya terdengar jauh lebih indah. Dan inilah yang kami tunggu-tunggu, lagu kepanduan yang hampir selalu baru mengiringi latihan kami di saban Minggu. (Bersambung)

(Nisaul Fadillah, S.Pd, M.Si, Alumni Gudep Krida Taruna Kota Bengkulu tahun 1991, Dosen Universitas Islam Negeri Sulthan Thaha Saifuddin Jambi yang saat ini sedang menjalani Pendidikan Doctoral di Western Sydney University-Australia).

Artikel Terkait

Artikel Terkait