rza3z0iXwfrhP0Bo61a36W2lz3i7Fxgii3ShC0NK

Cari Blog Ini

Laporkan Penyalahgunaan

Pesan Harian UJH: Postingan 1 Sya'ban

Menara Seluler. (Foto: Mitradi HFA)

GUDATAnews.com, Bengkulu - Seringkali kita baca postingan dan di sudut kiri terbaca diteruskan. Jika informasi penting dan benar yang kita posting atau teruskan tentu sangat berguna bagi siapapun tetapi meneruskan postingan yang salah dan keliru bukan saja mubazir tetapi bisa mendatang dosa sebab itu informasi bohong atau HOAKS.

Misalnya pemberitahuan malam ini akhir bulan....nanti malam masuk tanggal ...bulan .... Lalu dikaitkan dengan seolah-olah ada hadits Nabi Shallallahu ‘Alaihi Wasallam,..Barang siapa yang memberitahukan berita Sya’ban kepada yang lain, maka haram api neraka baginya. Jika tidak ada haditsnya itu disebut dengan hadits palsu. Ancamnya

Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

مَنْ كَذَبَ عَلَيَّ مُتَعَمِّدًا فَلْيَتَبَوَّأْ مَقْعَدَهُ مِنَ النَّارِ

“Barang siapa berdusta atas namaku dengan sengaja, maka hendaknya dia bersiap-siap mengambil tempat di Neraka.” (Muttafaq ‘alaih)

 


Oleh karena itu, bisa jadi kita tidak hafal sekarang bulan apa di tahun Hijriyah tetapi lebih baik kita kroscek ke jadwal shalat dulu sebelum posting sebab pada jadwal shalat lima waktu tertera tanggal Masehi dan Hijriyahnya atau bisa juga kita cek ke google tanggal bulan Hijriyah hari ini. Lebih baik diam tidak menyebarkannya, dari pada salah dalam menyebarkan. Meskipun bukan kita yang membuat hadis palsu itu, tapi kita juga dilarang untuk ikut menyebarkannya.

Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

مَنْ حَدَّثَ عَنِّيْ بِحَدِيْثٍ يَرَيْ أَنَّهُ كَذِبٌ فَهُوَ أَحَدُ الْكَاذِبَيْنِ

“Barang siapa menceritakan dariku suatu hadis yang dia ketahui kedustaannya, maka dia termasuk di antara dua pendusta.” (HR. Muslim)

Pagar Dewa, 30122022

Salam UJH. (Red) 

Artikel Terkait

Artikel Terkait