rza3z0iXwfrhP0Bo61a36W2lz3i7Fxgii3ShC0NK

Cari Blog Ini

Laporkan Penyalahgunaan

Pesan Harian UJH: Mbah Syukur dan Langgar Jaya

 


GUDATAnews.com, Bengkulu - Siapa Mbah Syukur (almarhum) belum ada penelusuran dari nitizen. Barangkali masyarakat biasa seperti warga-warga desa lainnya, akan tetapi di ujung hayatnya Mbah Syukur meramaikan jagat sosial media dan desa Langgar Jaya. Andaikata masyarakat tidak memvideokan bagaimana dan seberapa jauh Mbah Syukur digotong warga untuk diantar ke rumab sakit serta video tersebut tidak diposting mungkin Mbah Syukur dan Langgar Jaya tidak masuk ke memori nitizen.

Video ini viral, apalagi jenazah Mbah Syukur dibawa kembali ke desa setelah 2 hari di rumah sakit beliau wafat. Dan untuk membawa jenazah Mbah Syukur terpaksa dengan ojek motor. Miris. Prihatin.

Perkara jalan rusak mungkin di semua kabupaten ada saja jalan yang rusak, tetapi untuk masuk ke Langgar Jaya sejauh 13 kilometer memang tidak bisa dilalui oleh mobil dan video Mbah Syukur sudah menyentuh nilai-nilai kemanusiaan terdalam. Tidak ada solusi lain kecuali dibangun sebab selagi tidak dibangun maka akan selalu seperti itu cara masyarakat membawa warganya berobat ke rumah sakit. Bila meninggal di rumah sakit akan dibawa dengan ojek motor sampai waktu yang tidak bisa ditentukan. Ini akan semakin viral.

Pagar Dewa, 09062023

Salam UJH. (Red)

Artikel Terkait

Artikel Terkait