rza3z0iXwfrhP0Bo61a36W2lz3i7Fxgii3ShC0NK

Cari Blog Ini

Laporkan Penyalahgunaan

Pesan Harian UJH: Memaknai Sedikit

 

Lahan sebagai sumber rejeki. (Foto: Mitradi HFA)

GUDATAnews.com, Bengkulu - Dalam kamus Bahasa Indonesia arti kata sedikit adalah tidak banyak. Seringkali dalam aktivitas sehari-hari kita mendengar kata sedikit terkait dengan rezeki. Misalnya untung jualan, hasil panen atau apa saja usaha yang menurut kita tidak sesuai dengan modal dan jasa yang telah tertanam ketimbang hasil.

Perlu kita pahami nikmat itu bukan cuma rezeki dari hasil usaha atau upah yang kita terima. Seluruh yang ada pada diri kita adalah bagian dari nikmat dan rezeki yang tidak sanggup kita hitung, hanya saja kita yang suka memandang lebih pada diri orang lain lalu merasa diri lebih sedikit.

ÙˆَØ¥ِØ°ْ تَØ£َØ°َّÙ†َ رَبُّÙƒُÙ…ْ Ù„َئِÙ† Ø´َÙƒَرْتُÙ…ْ لأَزِيدَÙ†َّÙƒُÙ…ْ

“Dan (ingatlah juga), tatkala Tuhanmu memaklumkan: “Sesungguhnya jika kamu bersyukur, pasti Kami akan menambah (nikmat) kepadamu.” (QS. Ibrahim: 7)

 


Sedikit banyak hasil dari segala yang kita usahakan di dunia ini ibarat dua sisi mata uang, jika kita tidak mampu mensyukurinya berarti kita telah kufur terhadap nikmat tersebut. Mengapa kita tidak mau mensyukuri yang sedikit dahulu dan tunjukkan kepada Allah bahwa kita telah mempergunakan nikmat yang ada di atas keta’atan kepada Nya. Insha Allah akan jadi barokah.

Dari An Nu’man bin Basyir, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

Ù…َÙ†ْ Ù„َÙ…ْ ÙŠَØ´ْÙƒُرِ الْÙ‚َÙ„ِيلَ Ù„َÙ…ْ ÙŠَØ´ْÙƒُرِ الْÙƒَØ«ِيرَ

“Barang siapa yang tidak mensyukuri yang sedikit, maka ia tidak akan mampu mensyukuri sesuatu yang banyak.” (HR. Ahmad)

Pagar Dewa, 26122022

Salam UJH. (Red)

Artikel Terkait

Artikel Terkait