rza3z0iXwfrhP0Bo61a36W2lz3i7Fxgii3ShC0NK

Cari Blog Ini

Laporkan Penyalahgunaan

Pesan Harian UJH: Membaca Alaihi salam Saat Shalat

 

Suasana ibadah di Masjid Agung At Taqwa Kota Bengkulu. (Foto: Mitradi HFA)

GUDATAnews.com, Bengkulu - Sesekali shalat di desa atau di kampung. Apalagi shalat subuh. Imam kampung jika membaca surat Al A'la atau Sabbihis. Maka, akan terdengar suara jama'ah berbisik ketika imam membaca ujung surat Al A'la tersebut. Yakni pada kalimat

اِنَّ هٰذَا لَفِى الصُّحُفِ الْاُوْلٰىۙ

صُحُفِ اِبْرٰهِيْمَ وَمُوْسٰى ࣖ

Akan terdengar jama'ah membaca Alaihis salam.

Apa hukum membaca Alaihis salam? Apakah tidak akan membatalkan shalat? Hukum menyahuti ketika disebut nama nabi saat shalat tersebut hukumnya boleh dan tidak membatalkan shalat. Bahkan ada pendapat yang mengatakan Sunnah.

 


Membaca ‘alaihis salam’ ketika nama nabi tertentu disebut dalam shalat, khususnya nama Nabi Muhammad, hukumnya adalah sunnah. Ini adalah pendapat yang mendekati kebenaran. Ini sebagaimana disebutkan dalam kitab Istmidul Ainain berikut:

متى ذكر نبينا أو غيره من الأنبياء في آية سن الصلاة عليه في الأقرب كما في العباب

Ketika nama nabi kita atau nabi lainnya disebut dalam sebuah ayat, maka disunnahkan membaca shalawat atasnya, menurut pendapat yang lebih dekat, seperti disebutkan dalam kitab Al-‘Ubab. Demikian juga imam Nawawi dalam kitab Al Adzkar An Nawawiyah juga membolehkan. Hadits yang memotivasi untuk mengucapkan subhanallahu rabbiyal a’la ketika mendengar ayat sabbhis ma robbika a’la,

عن عبد الله بت عباس : أنَّ النَّبيَّ ﷺ كانَ إذا قرأَ سَبِّحِ اسْمَ رَبِّكَ الْأَعْلى قالَ سبحانَ ربِّيَ الأعلى

(الألباني (ت ١٤٢٠)، صحيح أبي داود ٨٨٣ • صحيح)

“Dari Shahabat Ibnu Abbas mengatakan bahwa ketika Nabi ﷺ membaca ayat sabbihis ma rabbikal a’la maka beliau mengucapkan subhanallahu rabbiyal a’la”.

Pagar Dewa, 09122022

Salam UJH. (Red)

Artikel Terkait

Artikel Terkait