rza3z0iXwfrhP0Bo61a36W2lz3i7Fxgii3ShC0NK

Cari Blog Ini

Laporkan Penyalahgunaan

Pesan Harian UJH: Plus Minus Main Lato-lato

 

 Bermain Lato-lato. (Foto: Mitradi HFA)

GUDATAnews.com, Bengkulu -  Hampir setiap sudut saat ini terdengar bunyi tek tek kotek-kotek bersahutan. Itu artinya ada anak-anak sedang bermain lato-lato. Terlihat amat gampang tiga sampai empat kali tek tek langsung kotek-kotek. Terkadang geli juga pas melihat ada ibu-ibu atau bapak-bapak belajar main lato-lato tapi tidak pernah bisa (termasuk saya).

Permainan tradisional cukup lama. Meskipun bukan Made in Indonesia tetapi masyarakat Indonesia cukup familiar dengan permainan ini.

 


Lalu adakah plus minusnya main lato-lato? Tentu ada. Plusnya seperti di lansir Suara.com. Lato-lato bisa menambah kepercayaan diri, melatih kemampuan dasar motorik, melatih ketenangan pikiran, melatih kesabaran, melatih keseimbangan tubuh, mengalihkan perhatian anak dari gadget dan bisa saja menjuarai permainan jika jago bermain lato-lato. Sedangkan sisi minus permainan ini yang paling utama adalah bising, apalagi kalau lebih dari 4 orang, bila kurang hati-hati bisa menciderai pemain baik pada kening, kepala bahkan gigi, mata dan hidung. Maka, perlu pengawasan dari orang tua.

Rasulullah mengingatkan melalui hadis yang diriwayatkan oleh imam At-Tirmidzi dari sahabat Jabir bin Samurah r.a.

ÙˆَÙ‚َالَ عَÙ„َÙŠْÙ‡ِ الصَّÙ„َاةُ ÙˆَالسَّÙ„َامُ: {Ù„ِأنْ ÙŠُؤَدِّبَ الرَّجُÙ„ُ ÙˆَÙ„َدَÙ‡ُ Ø®َÙŠْرٌ Ù„َÙ‡ُ Ù…ِÙ†ْ أنْ ÙŠَتَصَدَّÙ‚َ بِصَاعٍ}.

Nabi saw. bersabda, “Seseorang mendidik anaknya itu lebih baik baginya dari pada ia menshadaqahkan (setiap hari) satu sha’.”

Pagar Dewa, 10012023

Salam UJH. (Red)

Artikel Terkait

Artikel Terkait