rza3z0iXwfrhP0Bo61a36W2lz3i7Fxgii3ShC0NK

Cari Blog Ini

Laporkan Penyalahgunaan

Pesan Harian UJH: Kebiasaan

 

Foto: Mitradi HFA

GUDATAnews.com, Bengkulu - Apa yang sering terucap dan dilakukan lama-lama jadi kebiasaan. Ketika kita sering mendengar kata-kata kotor dari mulut seseorang seakan-akan itu keluar spontan padahal itu adalah akibat terbiasa mengatakan hal tersebut seperti anjir, babi dan kata bahkan mencarut.

Kebiasaan yang baik akan membuat ucapan dan perilaku menjadi baik. Walaupun itu belum bisa dijadikan standar untuk menilai baik atau buruknya seseorang tetapi dari ucapan dan perbuatannya tercermin kata baik atau buruk.

 


Oleh karena itu, berhati-hatilah dalam setiap ucapan. Bergaul dengan siapapun boleh. Bersosmed dengan berbagai karakter manusia tidak dilarang. Berpuluh grup-grup dari sosial media yang dipunyai tidak mengapa tetapi menyaring dari setiap ucapan orang, komentar di grup, sosialita di dunia maya mesti kita pilah dan pilih agar jangan menjadi kebiasaan yang buruk. Seperti di grup-grup WhatsApp. Aktif di semua grup tetapi ucapannya selalu buruk. Mencela, mencaci, ghibah bahkan fitnah. Na'udzubillah. Rasulullah bersabda:

مَا شَيْءٌ أَثْقَلُ فِيْ مِيْزَانِ الْمُؤْمِنِ يَوْمَ الْقِيَامَةِ مِنْ خُلُقٍ حَسَنٍ وَإِنَّ اللهَ لَيُبْغِضُ الْفَاحِشَ الْبَذِيْءَ

“Sesungguhnya tidak ada sesuatu apapun yang paling berat ditimbangan kebaikan seorang mu’min pada hari kiamat seperti akhlaq yang mulia, dan sungguh-sungguh (benar-benar) Allah benci dengan orang yang lisannya kotor dan kasar.” ( HR. At Tirmidzi)

Pagar Dewa, 21022023

Salam UJH. (Red)

Artikel Terkait

Artikel Terkait