rza3z0iXwfrhP0Bo61a36W2lz3i7Fxgii3ShC0NK

Cari Blog Ini

Laporkan Penyalahgunaan

Pesan Harian UJH: Nisfu Sya'ban

 


GUDATAnews.com, Bengkulu - Nisfu Sya'ban artinya pertengahan bulan Sya'ban. Pertanda bulan Ramadhan akan segera tiba. Hanya saja akhir-akhir ini campur aduk antara hadits sohih, hadits lemah dan hadits-hadits palsu justru lebih populer daripada hadits sohih.

Tidak sedikit yang mengatakan nisfu sya'ban adalah amalan bid'ah. Lalu, bagaimana sebenarnya amalan malam nisfu Sya'ban? Sayyidah Aisyah RA berkata:

يَصُومُ حَتَّى نَقُولَ: لاَ يُفْطِرُ، وَيُفْطِرُ حَتَّى نَقُولَ: لاَ يَصُومُ، فَمَا رَأَيْتُ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ اسْتَكْمَلَ صِيَامَ شَهْرٍ إِلَّا رَمَضَانَ، وَمَا رَأَيْتُهُ أَكْثَرَ صِيَامًا مِنْهُ فِي شَعْبَانَ

“Terkadang Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam puasa beberapa hari sampai kami katakan, ‘Beliau tidak pernah tidak puasa, dan terkadang beliau tidak puasa terus, hingga kami katakan: Beliau tidak melakukan puasa. Dan saya tidak pernah melihat Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam berpuasa sebulan penuh kecuali di bulan Ramadhan, saya juga tidak melihat beliau berpuasa yang lebih sering ketika di bulan Sya’ban.”

(HR. Al Bukhari dan Muslim)

Selain memperbanyak puasa sunnah di siang hari selama bulan Sya'ban terutama puasa yang sunnah muakkadah. Malam nisfu Sya'ban memperbanyak istighfar, baca Al quran (tidak mesti surah yasin) shalat malam seperti shalat hajat, shalat tahajud dan shalat witir. Dan yang lebih dari itu adalah tidak terlalu mengistimewakan 1 malam yakni malam nisfu Sya'ban tetapi memperbanyak amal di bulan Sya'ban.

Pagar Dewa, 08032023

Salam UJH. (Red)

Artikel Terkait

Artikel Terkait