rza3z0iXwfrhP0Bo61a36W2lz3i7Fxgii3ShC0NK

Cari Blog Ini

Laporkan Penyalahgunaan

Pesan Harian UJH: Haji Gelombang II (Bag 5. Dimana Pasang Niat)

 


GUDATAnews.com, Bengkulu - Selama ini yang kita tahu dan berdasarkan pengalaman orang-orang yang sudah pulang haji atau umroh bahwa pasang niat tempat di Bir Ali. Sekitar 7 kilo meter dari kota Madinah. Itu jika berangkat haji pada gelombang pertama. Nah, bagaimana kalau gelombang kedua?

Sejak berihram dari bandara atau tanah air calon jamaah haji tidak langsung berniat atau memasang niat umroh karena masih terlalu jauh dari tempat miqat. Oleh karena itu memasang niat menunggu petunjuk dari pembimbing. Boleh saat di atas pesawat bila sudah sampai di atas Yalamlam. Kita sudah di atas Yalamlam akan diberi tahu oleh crew Garuda Indonesia yang membawa jamaah haji Indonesia. Termasuk bila tiba waktu-waktu shalat mereka akan memberi tahu kepada jamaah. Pilihan kedua memasang niatnya setelah tiba di Bandara King Abdul Aziz.

Ada 2 hal yang dikerjakan yakni shalat sunnah ihram dan memasang niat. Bila masih dalam pesawat atau dalam perjalanan maka shalat sambil duduk di dalam pesawat. Jika menunggu tiba di bandara maka shalatnya normal seperti shalat sunnah biasa. Shalat sunnah ihram dilaksanakan masing-masing artinya tidak berjamaah sebanyak 2 rakaat. Sedangkan memasang niat biasanya dibimbing. Hadits nabi,

عَنْ أَنَسٍ رَضِيَ الله ُعَنْهُ قَالَ سَمِعْتُ رَسُوْلَ اللهِ صَلَّى الله ُعَلَيْهِ وَسَلّّمَ يَقُوْلُ لَبَّيْكَ عُمْرَةً وَحَجًّاً

“Dari Anas r.a. berkata: Saya mendengar Rasullah saw mengucapkan, “Labbaika, aku sengaja mengerjakan umrah dan haji”.” (HR. Muslim).

Boleh ditambah dengan doa

إن حبسني حابس فمحلي حيث حبستني

“Jika diriku terhalang, maka tempat tahallulku di tempat aku terhalang.”

Pagar Dewa, 13052023

Salam UJH. (Red)

 

Artikel Terkait

Artikel Terkait