rza3z0iXwfrhP0Bo61a36W2lz3i7Fxgii3ShC0NK

Cari Blog Ini

Laporkan Penyalahgunaan

Pesan Harian UJH: Menjaga Kerukunan Tetangga

 


GUDATAnews.com, Bengkulu - Barangkali terlalu kejam bahasanya bila dikatakan ada tetangga yang jahat dengan tetangganya lebih keji dari Fir'aun. Mengapa demikian? Fir'aun berlaku jahat karena dia raja, berkuasa, kaya dan ingin mempertahankan kekuasaannya bahkan mengaku dirinya Tuhan.

Nah, tetangga yang jahat dengan tetangga. Motifnya apa? Kedudukan sama, status tidak jauh berbeda. Hak dan kewajiban sama. Rasulullah pernah mengingatkan. Nabi Saw bersabda:

  وَاللَّهِ لَا يُؤْمِنُ وَاللَّهِ لَا يُؤْمِنُ وَاللَّهِ لَا يُؤْمِنُ قِيلَ وَمَنْ يَا رَسُولَ اللَّهِ قَالَ الَّذِي لَا يَأْمَنُ جَارُهُ بوَائِقَهُ. رواه البخاري

Artinya, “Demi Allah, tidak sempurna imannya, demi Allah tidak sempurna imannya, demi Allah tidak sempurna imannya.” Rasulullah saw. ditanya “Siapa yang tidak sempurna imannya wahai Rasulullah?” Beliau menjawab, “Seseorang yang tetangganya tidak merasa aman atas kejahatannya.” (HR al-Bukhari).

Alangkah beruntungnya jika kita hidup dan bertetangga dengan orang-orang yang mulia. Walaupun rumah sempit, kalau tetangganya baik, akan terasa lapang. Dan, alangkah ruginya, jika rumah kita dikelilingi oleh tetangga-tetangga yang busuk hati. Walaupun rumah lapang, niscaya akan terasa sempit. Memang sungguh nikmat jika kita memiliki tetangga-tetangga yang baik ahlak, ramah, dan penuh perhatian. Kendati demikian, kita tidak pernah bisa memaksa orang lain untuk selalu bersikap baik, kecuali kita paksa diri kita sendiri untuk bersikap baik terhadap siapapun.

Pagar Dewa, 27052023

Salam UJH. (Red)

Artikel Terkait

Artikel Terkait