rza3z0iXwfrhP0Bo61a36W2lz3i7Fxgii3ShC0NK

Cari Blog Ini

Laporkan Penyalahgunaan

Petani Maju Bersama Bengkulu Minta Bantuan Menkopolhukam

 


GUDATAnews.com, Bengkulu - Konflik lahan eks perkebunan PT Bina Bumi Sejahtera antara petani dengan PT Daria Dharma Pratama (DDP) sudah berlangsung sejak 26 tahun yang lalu. Dalam kurun waktu tersebut sudah tidak terhitung berapa korban yang telah jatuh, petani ditangkap, dikriminalisasi dan diintimidasi. Tahun ini saja petani maju bersama mencatat setidaknya  10 anggota yang terkait soal hukum dengan tuduhan pencurian, penganiayaan. Belum lagi yang mendapat tindakan yang represif dari keamanan PT DDP dan juga kepolisian.

Namun sejak satu bulan terakhir perseteruan antara pihak perusahaan dengan Petani Maju Bersama Mukomuko Bengkulu semakin meruncing, Petani Maju Bersama yang menguasai lahan sejak  2016 bahkan ada yang di tahun 2012  tidak bersedia lahannya dipanen oleh PT DDP, akibatnya kontak fisik tidak bisa terhindarkan.

Menjawab situasi ini, Petani Maju Bersama menyatakan kasus ini tidak akan selesai tanpa kehadiran pemerintah pusat, serta pihaknya sudah menyampaikan hal ini kepada bupati, gubernur, DPR bahkan kementerian ATR/BPN tapi tidak ada kejelasan untuk menyelesaikan persoalan ini, yang terjadi justru mereka membela perusahaan.

Untuk itu Petani Maju Bersama meminta dengan segala hormat kepada Bapak Menkopolhukam Mahfud MD untuk hadir dan melihat kasus tersebut. Permintaan ini dilakukan dengan cara mengirimkan surat. Dalam surat ini berisikan situasi fakta di lapangan yang sebenarnya.

Para petani menunggu kedatangan Bapak Mahfud MD untuk dapat menyelasaikan persoalan tersebut. (Rls)

 

Artikel Terkait

Artikel Terkait