rza3z0iXwfrhP0Bo61a36W2lz3i7Fxgii3ShC0NK

Cari Blog Ini

Laporkan Penyalahgunaan

Pramuka, Sahabat, dan Lebih Baik Pahit Tapi Obat

 

Penulis (tengah) dan sahabatnya. (Foto: Dokumen)

GUDATAnews.com, Kota Bengkulu – Cara Allah SWT begitu sempurna untuk mempertemukan kami kembali. Berawal dari media sosial, kami mulai berkirim kabar. Dari obrolan singkat di beranda Facebook, lalu kami intens ngobrol di messenger atau inbox, setelah itu kami tukaran no WhatsApp (WA) obrolan pun berlanjut, saling bertanya kabar dan alamat masing-masing.

Semua akan indah pada waktunya. Mungkin banyak yang beranggapan itu hanya kata-kata tanpa makna, tapi tidak bagi kami. Kini kami semakin dekat.

Melalui WA grup alumni Pramuka, kami kembali dipersatukan. Dari putih biru kami bertemu, kini berwarna-warni, persahabatan kami tetap terjalin dengan baik. Berbagi kabar itu yang kami lakukan, agar kami tahu kalau sahabat kami baik-baik saja.

Pada waktu tertentu kami juga menyempatkan jalan bersama, mengingat kembali masa-masa putih biru yang indah dan penuh canda, menghilangkan kepenatan yang ada.

Berjalan dengan sahabat yang saling mengerti pribadi masing-masing sangatlah menyenangkan. Meski baru tiga bulan dipertemukan kembali, kami sudah tahu mana sahabat, dan mana teman.

Sahabat Selamanya

Impian kami sederhana, kami ingin menjadi sahabat selamanya, sampai kami sama-sama tua nanti, meski sekarangpun kami tak muda lagi. Setidaknya di masa tua  nanti, kami masih punya sahabat yang bisa saling berbagi suka dan duka.

Satu hal yang selalu kami ingat bersama, sahabat tidak akan pernah menyakiti hati sahabatnya sendiri. Jika tidak baik maka akan kami sampaikan, walupun semua itu pahit.

Lebih baik pahit tapi obat, dari pada manis tapi bisa membuat sakit. Pada hakekatnya, sahabat bukanlah orang yang memiliki kesamaan dengan kita, tapi sahabat adalah mereka yang bisa bersama karena banyaknya perbedaan yang ada.

Saling menghargai, saling menjaga privasi, saling menjaga hati dan saling bisa mengerti, bisa bersatu dengan banyak perbedaan yang ada, itulah sahabat sejati.

Untuk kalian yang sudah memiliki sahabat, jagalah hati sahabat kalian dengan baik, jangan hanya karena masalah kecil, persahabatan menjadi hancur berderai. Jika ada masalah besar, kecilkan, jika ada masalah kecil hilangkan. Jalin dan rawat serta eratkan tali silaturrahim semata-mata mengharapkan keberkahan dan ridho dari Allah SWT. Aamiin.  (Junny2406)

Artikel Terkait

Artikel Terkait