rza3z0iXwfrhP0Bo61a36W2lz3i7Fxgii3ShC0NK

Cari Blog Ini

Laporkan Penyalahgunaan

Pesan Harian UJH: Jangan Mudah Menilai Riya

 


GUDATAnews.com, Bengkulu - Baik buruk silih berganti selama menjalani sisa hidup ini. Terkadang hal-hal buruk lebih dominan muncul di dunia maya. Sebab saat mencoba masuk ke dunia untuk menebarkan kebaikan mudah sekali orang lain menilai riya. Sehingga orang banyak enggan memposting hal-hal baik karena takut dinilai riya.

Salah satu yang sering dinilai riya adalah melaksanakan walimatus safar yakni walimah menjelang keberangkatan haji dengan mengundang masyarakat kemudian berdoa bersama yang terdakang juga diisi dengan tausiyah dan sambutan permohonan maaf serta mohon doa sekaligus menitip anak cucu yang ditinggalkan.

Hal-hal seperti ini sesuatu yang lumrah. Memohon doa dari siapapun hukumnya boleh. Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

دَعْوَةُ الْمَرْءِ الْمُسْلِمِ لأَخِيهِ بِظَهْرِ الْغَيْبِ مُسْتَجَابَةٌ عِنْدَ رَأْسِهِ مَلَكٌ مُوَكَّلٌ كُلَّمَا دَعَا لأَخِيهِ بِخَيْرٍ قَالَ الْمَلَكُ الْمُوَكَّلُ بِهِ آمِينَ وَلَكَ بِمِثْلٍ

“Do’a seorang muslim kepada saudaranya ketika saudaranya tidak mengetahuinya adalah do’a yang mustajab (terkabulkan). Di sisinya ada malaikat (yang memiliki tugas mengaminkan do’anya kepada saudaranya, pen). Ketika dia berdo’a kebaikan kepada saudaranya, malaikat tersebut berkata : Aamiin, engkau akan mendapatkan yang sama dengannya.” (HR. Muslim)

Menjamu siapapun termasuk salah satu sifat terpuji. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:

خِيَارُكُمْ مَنْ أَطْعَمَ الطَّعَامَ

Sebaik-baik kalian adalah orang yang memberi makan. (HR. Ahmad dan Hakim; shahih)

Tentang riya, dipamerkan atau tidak dipamerkan riya akan terselip di masing-masing hati orang dan tidak ada yang tau apakah seseorang itu riya atau tidak kecuali Allah dan orang yang bersangkutan.

Pagar Dewa, 30042023

Salam UJH. (Red)

Artikel Terkait

Artikel Terkait