rza3z0iXwfrhP0Bo61a36W2lz3i7Fxgii3ShC0NK

Cari Blog Ini

Laporkan Penyalahgunaan

Pesan Harian UJH: Menunggu Waktu Lapang

 


GUDATAnews.com, Bengkulu - Istilah sempit bukan cuma untuk masalah tempat saja tetapi buat menyatakan ekonomi lagi sulit pun kita katakan dengan istilah sempit. Kapan lapangnya ekonomi kita? Wallahu'alam, sebab masing-masing orang berbeda kebutuhan.

Terkait dengan ajakan berkurban terkadang sering kita dapat jawaban belum bisa berkurban karena masih sempit. Kita tentu tidak bisa memaksa orang dan pandangan mata lahir terhadap ekonomi orang kadang berbeda dengan aslinya. Boleh jadi punya rumah mewah besar, mobil mahal tetapi sedang susah karena terlilit hutang di bank. Kadang kita tidak menyangka pekerjaannya hanya buruh kasar tetapi setiap tahun tertera namanya di papan pengumuman peserta kurban.

 


Kalau mau menunggu waktu lapang, ekonomi lapang, kondisi lapang. Barangkali bisa jadi sebagai bentuk pernyataan benar atau mengelak akan tetapi waktu terus berlalu. Tahun terus berganti. Usia dalam rahasia Allah. Bila ada memungkin ikutlah berkurban. Hadits Abu Hurairah, beliau berkata :

قَالَ رَسُولُ اللّه صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ مَنْ وَجَدَ سَعَةً فَلَمْ يُضَحِّ فَلاَ يَقرَبَنَّ مُصَلاَّنَا

“Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda : “Barangsiapa yang memiliki kemampuan (keluasan rizki) dan tidak menyembelih maka jangan dekati tampat shalat kami.”

Pagar Dewa, 25062023

Salam UJH. (Red)

Artikel Terkait

Artikel Terkait